Bismillah

salju

Rabu, 25 Desember 2013

Nelayan yang Malang -_-

25 Desember 2013
@ Pantai Gading, Ampenan.
Assalamu'alaikum wr. wb

Pagi tadi menyapa langit biru berirama deburan ombak pantai Gading. Rintik hujan masih menyisakan tetesan bening hijau di wajah dedaunan hijau.
Para nelayan mulai melabuhkan sauhnya di tepi pantai, ramai bahu membahu berusaha membawa perahu sampai ke tepian. Kira-kira ada sekitar tujuh orang Nelayan di satu perahu tersebut. Ibu-ibu dan anak-anak berlari menyongsong perahu, bersiap membantu membereskan hasil tangkapan. Bermacam rupa ikan dan hewan laut lainnya, ubur-ubur mendominasi tangkapan mereka pagi itu, namun dibuang kembali ketepian laut karena tak bisa untuk dijual. Tiga baskom ikan dengan campuran cumi, kepiting dan sedikit udang berhasil dibawa oleh para nelayan. Seorang tengkulakpun telah siap memborog hasil tangkapan mereka para nelayan yang melaut sedari malam  tadi. Tengkulak itu seorang wanita paruh baya, nampaknya ia akan menjual ikan-ikan tersebut ke pasar terdekat. Dengan bahasa daerahnya mereka bertransaksi saling menawar harga hasil tangkapan. Secara keseluruhan aku tak bisa mengerti apa yang mereka perbincangkan secara bahasa, namun sedikit yang aku pahami tapi itu sangat membuat aku dan seorang teman merasa miris. Tiga baskom besar hasil tangkapan hanya dihargai hanya 40.000 rupih oleh sang pemborong. Nelayan yang malang. ingin rasanya memberi harga hasil tangkapan tersebut dengan harga yang lebih pantas, hati berteriak namun itu mungkin akan memunculkan masalah baru, si tengkulak mungkin akan marah.
Pengorbanan melaut semalaman dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat sekarang ini hanya di hargai sejumlah 40.000 rupiah. Padahal sang tengkulak itu menjual satu ekor ikan besar itu seharga 15.000 rupiah, dan disana dalam baskom itu terdapat lebih dari 10 ekor. itu berarti dari 10 ekor saja sang tengkulak sudah untung 150.000 rupiah, belum untuk keuntungannya untuk 2 baskom ikan kecil. Subhanallahu, lakon apa yang sedang terjadi. Menurut saya ini sangat tidak adil.
Dari kejadian ini, selayaknya pemerintah menyiapkan wadah bagi para nelayan untuk mencover hasil melaut mereka dengan harga yang manusiawi tentunya. Tapi saya yakin pemerintah sudah membentuk lembaga-lembaga pemerhati para nelayan namun dalam teknis dan realisasinya belum berjalan dengan baik sehingga para nelayan yang malang masih bernasib seperti yang kami saksikan pagi tadi.
Menghimbau semua pihak yang bertanggung jawab untuk kesinambungan kehidupan dan usaha para nelayan kecil untuk tidak menutup mata atas kejadian-kejadian seperti hal ini. Jangan biarkan rencana-rencana manis menyisakan pahit di hati para nelayan kecil yang malang.

Para nelayan, semangatttttt! ^_^9

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan berikan kritik dan sarannya,,^_^